rss

Sabtu, 24 Juli 2010

Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Menjadi Duit

Ketika aku turun di minggu pagi menuju pusat kota Semarang terlihat keramaian manusia yang sedang lalu lalang, entah apa tujuan mereka. salah satu diantara mereka yang paling jelas tujuannya adalah pedagang kaki lima, sedang peringkat kedua yang menduduki adalah pengemis yang siap mengais receh para manusia yang baik hati. Dan manusia yang berlalu lalang lainnya bahkan tidak tau apa yang mereka lakukan disana.


Aku sudah mempresensi, hampir lima orang pengemis yang silih berganti menghampiriku. Tapi apa daya aku sedang apes alias lagi bokek. Selintas aku berpikir. Haruskah aku memberi uang kepada pengemis itu?



Memang jika untuk berbuat amal kita tinggal memberinya saja uang, tidak perlu menghitung-hitung berapapun jumlah pengemis yang mendatangimu. Di lain sisi ada satuhal yang membuatku bertanya, apakah mereka benar-benar membutuhkan uangku atau hanya berpura-pura membutuhkannya sementara banyak orang-orang yang lebih membutuhkanku.

Mungkin kita tidak akan berasa jika kita memberikan sedikit uang (Rp 500) tapi kita komulatifkan jika kita di posisi mereka, kita misalkan saja jika satu orang memberi 500 dan jika ada 100 orang yang memberi maka sudah mendapat Rp. 50.000,-. Padahal di keramaian itu ada lebih dari 2000 orang, kemungkinan lebih dari 40% mereka akan memberikan uang dengan ikhlas. Dan bayangkan jika diantara orang-orang yang baik hati itu memberikan Rp 1000,- atau lebih. Bayangkan lagi jika kita buka cabang pengemis di beberapa tempat di berbagai tempat keramaian, bisa saja bidang kepengemisan ini menjadi sebuah bidang usaha yang menjanjikan. Tak heran kemarin aku sempat membaca berita bahwa ada seorang pengemis yang mempunyai penghasilan rata-rata 9 juta per bulan. Dengan gagahnya dia menenteng mobil mewahnya, mempunyai dua rumah yang mewah dan satu lagi untuk orang tuanya serta tak ketinggalan dua sepeda motor keren dia pajang di etalase rumahnya. Kalau semua orang tau kebenaran bisnis ini bisa-bisa semua orang jadi pengemis.

Ini pendapatku.
Bagaimana pendapatmu???

0 komentar:


Posting Komentar

Sugeng Rawuh Ing Blog Sastra Jawa

MENU SASTRA JAWA

ISI BLOG SASTRA JAWA

Ngengingi Blog Sastra Jawa

    http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs090.snc1/4929_1015933657460_1798657107_31689_3739002_n.jpg
    SUGENG RAWUH

    Sugeng Rawuh, Katur para Jawa Sutresna ingkang sampun setya. Sastra Jawa Blog menika minangka salah satunggaling sasana kangge nguri-uri sastra lan kabudayan jawi. Sastra Jawi menika warisan saking para leluhur kang wigati sanget. Amargi sastra menika minangka arta, pusaka, lan uga rasa, rasa ing Jawa.
    Ing blog menika taksih kathah ingkang kedah dipunleresaken, bilih panjenengan kagungan pamanggih kirim mawon ing "BLOG@SASTRAJAWA.CO.CC"
    Nuwun...

Facebook Sastra Jawa

PAGUYUBAN JAWA SUTRESNA

    Yahoo



    Facebook Followers

WEBSITE JAWA

BLOG KANCA

 

Follow Sastra Jawa Blog

Featured Video

SUGENG RAWUH ING BLOG SASTRA JAWA
go to my homepage
..:: Klik gambar mlebet blog ::..
Bahasa, Sastra, lan kabudayan Jawi punika satunggaling waris ingkang kedah dipunuri-uri
Sugeng Rawuh, Katur para Jawa Sutresna ingkang sampun setya. Sastra Jawa Blog menika minangka salah satunggaling sasana kangge nguri-uri sastra lan kabudayan jawi. Sastra Jawi menika warisan saking para leluhur kang wigati sanget. Amargi sastra menika minangka arta, pusaka, lan uga rasa, rasa ing Jawa.
Ing blog menika taksih kathah kekirangan, bilih panjenengan kagungan pamanggih kirim mawon ing "BLOG@SASTRAJAWA.CO.CC"
Nuwun...

Isi buku Tamu || FaceBook Sastra Jawa || Profil Kula

| | |
Copyright@sastra-jawa007